Sharing tentang montessori lagi yaa, boleh yaa? Dulu waktu ikut Diploma Montessori udah janji kalau ilmu yang aku dapat ga hanya aku konsumsi secara pribadi maupun aplikasi ke anak ( ini sii terutama yaa ) tapi sebisa mungkin apa yang aku dapat dari ikut Diploma bisa aku share juga ke teman - teman, salah satunya bisa lewat blog dulu yaa

Seringkali kalau mendengar kata work cycle pasti yang kebayang adalah durasi waktu selama bekerja. Eh kok anak - anak bekerja?memangnya anak - anak bekerja apaan?kan banyakan main saja. Nah kalau di montessori Play Is The Work of the Child "  jadi bermain ini sudah termasuk bekerja bagi anak, Namun terkadang kalimat ini sering disalah artikan bahwa bermain dan bekerja untuk anak - anak adalah identik dimana anak - anak harus benar - benar bekerja, padahal yang dikemukakan Maria Montessori bahwa anak - anak bisa saja menggunakan imajinasinya untuk memikirkan misal sesuatu negara yang jauh. Montessori juga mengkhargai bahwa belajar paling efektif ketika bermain dan bekerja disatukan dalam satu kegiatan. 

Dalam pendidikan Montessori mempunyai tujuan  untuk menanamkan kehausan pengetahuan pada anak, mengembangkan rasa ketertiban, memelihara kreativitas fungsional, meningkatkan kepercayaan diri dan yang paling penting, membawa rasa kemandirian. 
Salah satu karakteristik dalam kelas montessori adalah kemampuan untuk konsentrasi bekerja dalam jangka waktu yang lama. Agar dapat mencapai hal tersebut, Montessori mengatakan minimal perlu tiga jam waktu yang tak terputus. 




Gambar di atas merupakan ilustrasi work cycle dalam pendidikan Montessori yaitu selama 3 jam. Dengan 3 jam tersebut tentunya anak dapat mencapai titik konsentrasi. Ketika waktu yang tersedia kurang dari 3 jam maka  ‘periode kerja yang paling tinggi atau titik konsentrasi’ tidak terjadi dan siklus kerja tidak cukup, karena itu misal tidak disediakannya waktu 3 jam tersebut anak-anak cenderung memilih pekerjaan yang mudah Anak – anak melindungi diri dari perasaan frustasi karena terganggu.

Dalam gambar tersebut dapat kita lihat bawa anakpun ada tahapan konsentrasi. Pada konsentrasi tahap 1. Pada tahap ini anak pada konsentrasi rendah atau dangkal, sehingga anak mudah terganggu. Pada tahap ini biasanya anak pada awal mulai pembelajaran. Tahap selanjutnya adalah konsentrasi tahap 2 yaitu anak tetap berada dalam konsentrasi yang paling dalam, dan anak juga menyadari ada suara - suara keras. Selanjutnya konsentrasi tahap 3 yaitu dimana anak dalam tahap konsentrasi paling dalam dan tentunya tidak mudah terganggu.

Lantas bagaimana kalau work cycle montessori ini diterapkan di rumah? kalau menurut saya justru penerapan montessori work cycle di rumah bisa dengan sangat fleksible, bisa saja ketika anak mulai bangun tidur sudah dapat diterapkan, tidak melulu hanya yang tersedia dalam rak,asalkan filosofi montessori tetap diterapkan dalam kegiatan yang tentunya fleksible.

Sedikit cerita tentang penerapan work cycle dalam homeschooling anak - anak. Untuk #sekolahtanpabatasallegra penerapan work cycle dimana allegra belajar untuk area montessori biasanya dimulai dari sejak dia bangun tidur, mulai membantu pekerjaan rumah ( bukan nya ini juga dipelajari dalam area EPL dalam montesori?)biasanya allegra membersihkan tempat tidurnya sendiri, menyiram tanaman yang jadi tanggung jawabnya dia. jadi untuk montessori khusunya EPL allegra sudah tidak hanya mengerjakan pada material yang tersedia pada rak, meskipun di rak tetap saya sediakan material epl

Untuk pembelajaran homeschooling nya biasanya saya juga menyediakan waktu setiap harinya, dimana allegra belajar setiap harinya untuk materi berkisar 3 - 4 jam tergantung materi saat itu. Biasanya pembelajaran homeschooling dimulai kisaran pukul 08.00 dan diakhiri ketika jam makan siang. Setelah makan siang allegra biasanya beristirahat atau diisi dengan kegiatan yang santai bahkan free. sore nya biasanya ada pembelajaran lagi setelah allegra saya beri kesempatan untuk bermain di luar. ( Next semoga bisa sharing tentang #homeschoolingduoAl yaa )