Menurut Maria Montessori, tokoh pendidikan Italia yang juga sekaligus dokter wanita pertama dimana hasil pemikirannya banyak dipakai hingga saat ini, seorang anak mempunyai hal yang disebut periode-periode sensitif (sensitive periods). Selama masa ini, anak secara khusus mudah menerima stimulasi-stimulasi tertentu.
Pengenalan mengenai periode-periode sensitif tentunya akan membantu orangtua untuk membantu anak lam damemahami dan menguasai lingkungannya. Selain itu, orangtua dapat memberikan stimulus yang tepat kepada anak pada waktu yang tepat dengan cara mengamati apa yang terjadi pada anak.

Lalu apa saja nih periode sensitif yang dikemukakan oleh Maria Montessori
1. Sensitif terhadap keteraturan
2. Belajar Melalui 5 indera
3. Sensitif terhadap benda kecil
4. Sensitif terhadap berjalan/bergerak
5. Sensitif terhadap bahasa
6. Sensitif terhadap aspek sosial

Sekarang aku coba share sedikit - sedikit tentang masing - masing dari periode sensitif tersebut

1. Sensitif terhadap keteraturan
    Montessori mengatakan bahwa sensitif terhadap keteraturan ini dimulai saat si anak lahir, puncaknya selama masa balita, umumnya berlangsung hingga usia 5 tahun. Periode sensitif ini sangat membutuhkan rutinitas dan kepastian. Termasuk dalam hal ini adalah lingkungan fisik anak di mana semuanya memiliki tempatnya.
         Masa periode ini ditandai dengan keinginan anak yang konsisten dan berulang terhadap suatu hal. Anak sudah memiliki ketertarikan yang penuh gairah untuk rutinitas yang mapan dan tidak ingin terganggu oleh hal lain diluar minatnya. Maka dari itu lingkungan harus siapkan dengan hati-hati dengan peraturan dasar yang telah ditetapkan. Ketika lingkungan anak menjadi berantakan, terjadi kekacauan. Karena ketrampilan verbal yang kurang berkembang yang diperlukan untuk mengekspresikan frustrasi, anak tersebut mengalami gangguan. Misal saja, anak selama ini sudah teratur meletakkan sepatu di tempat rak sepatu, dan tiba - tiba rak sepatu yang biasa tempat menaruh akan dipindah, maka anak - anak bisa saja menemui kendala seperti tantrum, mengembalikan tidak pada tempatnya, atau juga mengembalikan lagi ke kita sepatu yang akan ditaruh. Maka dari itu kita perlu menyiapkan lingkungan yang mendukung periode ini.


2. Sensitif untuk Penguatan 5 indera
        Anak - anak pada dasarnya memiliki keingintahuan yang sangat besar,mereka memerlukan sesuatu atau benda untuk dieksplor dimana mereka akan belajar melalui kelima indranya. Sebenarnya sensitif untuk pengutan 5 indra pada anak juga dimulai pada kelahiran, dimana indra penglihatan mulai terasah dan pendengaran, lalu lama - lama akan berkembang indra peraba untuk gerakan, lalu diikuti indra perasa dimana anak - anak akan memasukan sesuatu ke dalam mulutnya. Pada saat masuk ke dalam indra peraba untuk gerakan seperti merangkak, maka anak perlu kebebasan juga untuk pengutan indranya.

3. Sensitif terhadap benda kecil

         Pada periode ini dimulai sekitar umur 2 - 2,5 tahun dimana anak tertarik pada benda kecil misal saja serangga, kerikil. anak akan melihat dari dekat dan kemudian mengambilnya dan bisa saja memasukkannya kedalam mulut. Sensitifitas pada benda kecil ini antara lain dapat meningkatkan kekuatan observasi anak, untuk melatih membangun konsentrasi

4. Sensitif terhadap berjalan / bergerak
         Pada periode ini adalah pada dasarnya kecenderungan pada pengulangan. Pada saat anak - anak berlatih berjalan kisaran umur satu tahun,anak perlu berlatih terus menerus hingga akhirnya berjalan, Misal pada saat anak main naik turun tangga terus menerus sebenarnya anak sedang memenuhi sensitif terhadap gerak dengan tujuan peyempurnaan gerakan tersebut.

5. Sensitifitas terhadap bahasa
         Pada periode ini ( 1,5 tahun - 3 tahun )pada periode ini bayi mulai meniru ibunya. Perkembangan bahasa sangat penting karena mempengaruhi perkembangan intelektual selanjutnya.Perkembangan ini dimulai dari mengoceh – satu kata ke frasa menjadi dua atau tiga kata mejadi kalimat,  dengan kosakata dan pemahaman yang terus berkembang
       Kita sebagai orang tua perlu menyiapkan lingkungan dengan bahasa yang jelas, membacakan sesuatu kepada mereka dan membiarkan mereka untuk mennyampaikan kebutuhan mereka. Periode sensitif untuk belajar menulis adalah dari 3,5 sampai 4,5 tahun. Hal ini ditunjang dengan persiapan anak menggunakan alfabet.

6. Sensitif terhadap aspek sosial
          Pada periode ini anak belajar untuk menjadi bagian dari sebuah kelompok. Pada periode ini anak - anak juga mengenali teman, bermain sama teman. 

Nah itu dia periode sensitif yang dikelanlkan oleh Maria Montessori, semoga kita jadai orang tua dapat menyediakan lingkungan yang baik untuk anak - anak kita dan anak - anak merasa terstimulus dengan baik untuk perkembangannya.